Ini adalah materi yang ditunggu-tunggu. Disampaikan oleh penulis terkenal pula, Akbar Zainudin. Penulis Man Zadda Wa Zadda ini menyampaikan materi dengan diawali penayangan youtube tentang langkah-langkah menulis buku. Disampaikan ada enam yang terangkum dalam TOJTRP.
1. T adalah tema. sebuah buku fiksi atau pun non fiksi harus mengusung satu tema besar. Tema yang menjadi rel yang mengikat penulis dari awal hingga akhir cerita. Misalnya tema kerja keras, motivasi, romantisme, cara belajar, pendidikan, dll.
2. O adalah outline atau daftar isi. fungsi outline adalah agar tulisan terarah, bisa buat jadwal dan target, menghindari 'ngeblank" pada saat menulis, dan terakhir agar bukunya selesai.
3. J adalah jadwal. buatlah jadwal sesuai dengan outline yang sudah disusun. jadi dapat terkontrol kapan buku akan selesai.
4. T adalah tuliskan. Saat outline dan jadwal sudah ada, tinggal ditulis outline tersebut sesuai jadwal. di sini diperlukan disiplin menulis. Luangkan waktu antara 30-60 menit sehari untuk menulis. Tulis dan selesaikan semua judul yang sudah ada dalam outline sesuai jadwalnya. Jangan terpaku pada satu tulisan sampai sempurna.
outline untuk buku non fiksi: 1) pendahuluan, berisi latar belakang, tujuan dan maksud penulisan. 2) isi naskah, berisi teori-teori, peristiwa aktual, analisis terhadap peristiwa, how to (tips and trick) 3) kesimpulan dan penutup. Sedangkan untuk buku fiksi outline bisa berisi 1) tokoh, 2) karakter tiap tokoh, 3)alur atau plot cerita 4) klimaks dan ending cerita
5. R adalah revisi. selesaikan draf tulisan sampai selesai. Jangan dituntut harus langsung menjadi sempurna. Karena berikutnya pun ada tahap revisi. Yang direvisi adalah data dan inforasi yang kurang, tata bahasa, gaya tulisan, disamakan dari awal sampai akhir, terakhir revisi judul-judulnya sehingga menjadi lebih menarik.
Kriteria judul yang menarik;1) Provokatif. Misalnya Tips Sukses Belajar, ini contoh judul yang sudah biasa. Buatlah yang lebih provokatif, menjadi; "Kamu Gagal Terus? ini Cara Praktis Lulus Ujian". 2) jelas, tegas, dan sederhana, 3) biasanya terdiri dari tiga kata, kalau panjang lebihnya bisa dijadikan subjudul. Misal, Man Jadda Wajada; The Art of Excellent Life.
6. P adalah penerbit. Bila naskah sudah selesai sesuai dengan tahapan di atas, kirimlah ke penerbit. yang menjadi pertimbangan penerbit adalah 1) nilaik komersialnya, menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca. Apakah buku kita akan laku? Siapa pembelinya? Berapa banyak yang akan membeli? Apakah pembaca membutuhkan buku kita? Semakin besar kebutuhan kebutuhan masyarakat akan buku kita semakin besar buku kita akan diterbitkan. 2) Apa yang membedakan buku kita dengan buku sejenis. Apa kelebihannya? 3) Apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran? Ketiga hal yang ditanyakan penerbit ini kita harus memiliki jawabannya.
Saat naskah kita sudah diterima oleh penerbit, akan ada beberapa revisi dari editor, disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Naskah yang diterima oleh penerbit, kita tidak harus membayar apa pun untuk biaya pracetak atau pun biaya cetak. Bahkan kita nanti akan mendapatkan royalti 10% dari buku yang terjual.
Cara mengirimkan naskah:
1. Naskah harus sudah jadi
2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau plash disk.
Kabar akan diterima selang tiga bulan. Selama menunggu kita tidak boleh mengirimkan naskah yang sama kepada penerbit yang lain. Tunggu sampai ada keputusannya. Bila tidak diterima, naskah bisa kita lengkapi lalu dikirim kembali ke penerbit yang sama atau yang berbeda.
Demikian resume yang dapat disampaikan pada kuliah Minggu, 5 April 2020 bersama Akbar Zainudin. Pesan penutup perkuliahan: Teruslah berlatih menulis, menulis, dan menulis. disiplin setiap hari, nanti tau-tau tulisan kita akan banyak, akan lebih baik, dan tau-tau jadi buku.
happy writing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar