Malam ini, pembelajaran dibimbing langsung oleh omJay. Beliau membagikan pengalamannya dari empat buku yang sukses memberikan berbagai keajaiban dalam menulis.
Mengambil tema 'Sedikit demi Sedikit Lama-Lama menjadi Bukit' adalah jurus jitu omJay dalam menerbitkan buku. Ketekunannya menulis di blog setiap hari telah mengantarkan omJay menjadi penulis yang handal.
"Karena menulis buku itu memerlukan waktu yang tidak sebentar, oleh karena itu saya menulis setiap hari di blog. Dengan begitu saya bisa membuat buku dari hasil menulis di blog," ujar om Jay.
1. Buku "Catatan Harian Seorang Guru Blogger" diterbitkan dalam waktu 6 bulan. Buku ini diambil dari kisah nyata om Jay yang di tulis di blog kompasiana.com/wijayalabs. Kemudian diproses untuk menjadi buku dengan dibantu pak Sukarno sebagai editornya. Komunikasi hanya dilakukan melalui wa. Selama pengerjaan buku tidak pernah sekalipun bertatap muka. Pak Sukarno mengerjakannya di Semarang. Sedangkan omjay ada di bekasi.
2. Buku "Melejitkan Keterampilan Menulis Siswa" diterbitkan dalam waktu 3 bulan. Buku ini adalah hasil penelitian tindakan kelas atau PTK yang lolos masuk final lomba karya tulis inovasi pembelajaran tingkat nasional. Berkat ptk ini omjay mendapatkan laptop baru dan uang jutaan rupiah. Bisa ke bali gratis naik pesawat garuda indonesia dan menginap di hotel bintang 5.
PTK tersebut dapat disulap menjadi buku ber ISBN setelah belajar ilmunya kepada pak Lukman di jawa timur lewat online. Dengan editornya ibu Hati dari Bandung. Buku ini pun banjir pesanan.
Bonus lainnya yang diperoleh omjay berkat membuat laporan ptk yg baik adalah kuliah singkat ke China University of Mining Technology atau Cumt. Omjay belajar steam di sana dan pulang bawa uang 21 juta. Bukan hanya uang tapi juga segudang pengetahuan baru yang akan terbitkan dalam buku barunya. Sekarang sedang dikerjakan prosesnya di penerbit Camp Pustaka Yogyakarta.
3. Buku "Blogger Ternama" adalah sebuah buku yang diterbitkan dari hasil menulis di blog selama 6 bulan. Diterbitkan oleh pak Wiranto dari penerbit Camp Pustaka. Isinya kisah nyata omjay menulis di blog dan menjadi blogger ternama.
Melalui buku Blogger Ternama, omjay mengajak kawan kawan guru untuk menulis di blog, lalu menyusun tulisannya menjadi buku yang layak jual. Jadi tidak mengajari guru cara membuat blog. Sebab cara membuat blog dapat dengan mudah didapat di google.com dan youtube.com.
Blogger Ternama ditulis dari kisah kisah inspiratif bagaimana seorang guru yang biasa saja dapat menjadi guru yang luar biasa.
Berkat rajin menulis di blog, omjay diundang keliling Indonesia dan diajak makan siang di Istana Negara bersama Presiden Jokowi. Bahkan omjay dan istri mendapatkan kesempatan bulan madu gratis ke Singapura. Itulah diantaranya keajaiban ngeblog yang mengantarkan omjay menjadi blogger ternama. Luar biasa!
4. Buku "Menulislah Setiap Hari" adalah buku pertama yang terbitkan di penerbit mayor. Perlu waktu 3 tahun menerbitkan bukunya. Sering ditolak penerbit sempat membuat omjay kurang percaya diri. Namun tidak ada kata putus asa. Akhirnya, berkat jasa mbak Abdah khan buku itu menjadi enak dan renyah dibaca.
Kemudian buku itu diterbitkan oleh penerbit Indeks Jakarta dengan editor mas Yuan Acita. Berkat tangan dingin beliau buku ini laku keras dan tersebar ke seluruh Indonesia.
Dari buku "Menulislah Setiap Hari" omjay membeli rumah baru untuk berlibur bersama keluarga di Wanaraja Garut Jawa Barat.
Di akhir pembalajaran OmJay berpesan
kepada kawan kawan guru bahwa untuk menerbitkan buku dibutuhkan kolaborasi yang baik antara penulis dan editor. Penerbit membutuhkan waktu dalam proses editingnya agar buku yang dihasilkan layak dibaca. Hal ini kurang disadari oleh para penulis pemula. Apalagi guru yg menulis hanya untuk kenaikan pangkat.
Jadi menulis buku itu bertujuan untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Bukan sekedar menambah point untuk kenaikan pangkat saja.
Salam literasi.
Senin, 01 Juni 2020
Minggu, 26 April 2020
Dari Mata Turun ke Hati
Syaiful adalah seorang sarjana yang tak mengenal
kata lelah untuk mencari pekerjaan. Dia adalah sarjana teknik yang baru lulus
kuliah dengan nilai sangat memuaskan. Namun setiap melamar pekerjaan di kantor
atau perusahaan, selalu terbentur dengan pengalaman kerja. Bagaimana bisa
mempunyai pengalaman kerja kalau Syaiful baru lulus kuliah.
Setelah dua bulan Syaiful tak kunjung mendapat
penggilan, akhirnya dia membuka bengkel kecil-kecilan. Dengan modal seadanya,
dia memanfaatkan halaman rumahnya yang berada di pinggir jalan, untuk membuka
usaha bengkel.
“Iful, kamu nggak malu kerja dengan obeng dan
oli? Kamu kan sarjana, harusnya kerja di kantoran. Pakai kemeja dan dasi. Pasti
keren deh..” tanya Dodo, tukang ojeg yang selalu mangkal di depan bengkel Syaiful.
Mendengar pertanyaan Dodo, Syaiful hanya tersenyum. karena ini
bukan pertanyaan pertama yang diajukan Dodo. Bahkan hampir setiap bertemu Dodo
bertanya hal itu. Bukan untuk mengejek Syaiful tapi karena dia benar-benar
tidak habis pikir, mengapa seorang sarjana yang cerdas seperti Syaiful sangat
susah mencari pekerjaan.
“Untung akang nggak kuliah. Selain nggak ada
biaya, akang dulu memang paling pusing kalau disuruh belajar. Otak akang rasanya
langsung ngehang. Mending langsung cari kerja aja biar punya penghasilan
sendiri,” lanjut Dodo.
“Ah, Kang Dodo bisa aja,” jawab Syaiful sambil
tersenyum.
“Kalau saya mau kerja apa aja asal halal,”
lanjutnya.
“Benar itu! apa aja asal halal. Setuju banget
akang!” Dodo menepuk-tepuk pundak Syaiful dengan bangga. Bangga pada anak muda
seperti Syaiful yang mau hidup mandiri, tidak banyak gaya, sopan, dan yang
terpenting dia rajin sholatnya.
“Tapi nggak sayang gitu ijazahnya jadi nggak
kepake?” tanya Dodo lagi.
“Ijazah hanya formalitas saja, Kang. Yang
penting punya kemauan, ilmu, dan keterampilan” jawab Syaiful dengan tenangnya.
“Maksud kamu?” dahi Dodo berkerut karena
bingung. Tidak mengerti dengan jawaban dari Syaiful.
“Contoh sederhananya saja ya, kalau motor Akang
mogok apa yang Akang lakukan?”
“Ya ke bengkellah. Bisa aja sih akang bongkar sendiri
motornya, tapi nanti nggak bisa pasangnya lagi. Bisa-bisa malah berubah jadi
odong-odong,” jawab Dodo disusul senyuman dari Syaiful.
“Nah, kalau kita tahu ilmunya, kita bisa bongkar
sendiri motornya, dicek sendiri, diperbaiki sendiri. Jadi iritkan tidak harus
bayar ke bengkel,” jawab Syaiful.
“Bener juga ya, jadi ilmunya tetap bermanfaat
ya,”
Saat Syaiful dan Dodo sedang asyik mengobrol,
tiba-tiba mata Syaiful menangkap sesosok yang indah yang bergerak menuju mereka.
Seorang gadis dengan penampilan sederhana namun terlihat bersahaja dengan gamis
biru yang dikenakannya. Kerudung panjang dengan warna senada bergerak-gerak
tertiup angin. Sesekali dia pegang ujung kerudungnya supaya tidak tersibak lebih
tinggi dan memperlihatkan rambutnya. Semakin lama, dia semakin dekat
menghampiri.
Dodo yang mulai menyadari perhatian temannya, langsung
menepuk lembut bahu Syaiful.
“Namanya Riani,” bisik Dodo pada Syaiful.
“Hah, Riani? Panggilannya Rian dong,” tanya Syaiful
sambil tersenyum geli.
“Ya nggaklah, tetap dipanggil Riani. Dia calon
guru matematika, masih kuliah tingkat akhir,” lanjut Dodo.
“Ooh..” Syaiful mengangguk.
“Dia sedang mencari calon suami yang sholeh,” kata
Dodo.
“Hmm..” terselip sedikit harapan Syaiful bisa
meminangnya.
“Rumahnya di kampung sebelah, depan lapangan
bola. Rumahnya yang bercat hijau muda, pas di belakang gawang,” lanjut Dodo semakin
bersemangat.
“Kok akang tahu banyak?” Syaiful baru menyadari
kalau Dodo telah banyak memberinya informasi penting.
Sebelum Dodo menjawab, gadis yang bernama Riani itu
sudah berada beberapa langkah di hadapan Dodo dan Syaiful. Lalu Riani
tersenyum, semakin manis saat kedua tulang pipinya yang berwarna
kemerah-merahan terlihat menonjol. Melihat senyuman Riani, Saiful jadi salah
tingkah. Jantungnya pun berdetak lebih cepat. Dia hendak membalas senyuman Riani,
tapi tiba-tiba Riani mendatangi Dodo dan langsung menyalaminya.
“Assalamualaikum!” Riani memberikan salam.
“Waalaikumsalam!” jawab Dodo dan Syaiful
berbarengan. Bedanya jawaban Syaiful terdengar lebih lemah karena bingung.
“Om, bisa minta tolong antar ke kampus nggak?”
tanya Riani pada Dodo.
“Bisa.. mau diantar sama Om atau teman Om?
Sekalian kenalan sama sarjana teknik nih,” goda Dodo. Senyum nakalnya
tersungging di ujung bibirnya.
Mulut Syaiful menganga, kaget dengan apa yang
didengarnya.
“Iful biasa aja kali mulutnya!” lagi-lagi Dodo
menggoda Syaiful.
“Ini ponakan Akang. Riani, ini Syaiful teman ngobrol
om kalau lagi mangkal. Dia sarjana teknik yang sedang merintis usaha bengkel
ini,” Dodo berkata memperkenalkan Riani yang ternyata keponakannya. Syaiful
jadi malu. Wajahnya langsung menunduk menahan malu.
“Nggak usah malu-malu gitu, ayo cepat anterin
ponakan akang ke kampus. Antarkan sampai pintu kelasnya dengan selamat!” perintah
Dodo.
“Si..siap, Kang!” jawab Syaiful masih malu-malu.
Ada rasa bahagia menyelinap di relung hatinya.
Riani pun tersenyum mendengar ucapan omnya.
Kemudian dia menggunakan helm biru muda yang disodorkan Syaiful.
“Meski akang dan keluarga besar akang nggak ada
yang makan bangku kuliahan, tapi keturunan kami diusahakan harus jadi sarjana.
Harus berpendidikan, supaya taraf hidupnya bisa lebih baik daripada kami orang
tuanya,” ucap Dodo sebelum Syaiful dan Riani berangkat.
“Setuju, Kang! Apalagi zaman sekarang,
pendidikan sangat penting dalam kehidupan.” seru Syaiful.
“Kami
berangkat ya, Assalamualaikum!” sambungnya.
Syaiful dan Riani pun pergi meninggalkan Dodo
sendiri di bengkel Syaiful. Hanya semilir angin yang menemani Dodo duduk di
atas motornya.
Kamis, 23 April 2020
MENULIS CEPAT DAN TEPAT di Media Luring dan Daring
Materi menulis
bersama PGRI malam ini, Senin 20 April 2020, mengusung tema yang sangat
menarik. Tema yang pastinya dinantikan oleh para penulis pemula yang ingin
belajar menulis. Materi juga dilengkapi dengan informasi bagaimana tulisan kita
bisa diterbitkan di media. Materi disampaikan oleh om Catur, seorang penulis
sekaligus redaktur sebuah majalah.
Om Catur mengawali menulis sejak tahun 1999. Buku pertamanya
diterbitkan pada tahun 2003. Sampai sekarang pun masih aktif menulis.
Saat pertama kali akan menulis, ada dua musuh utama
menulis yang harus dikalahkan. Apa itu? musuh tersebut adalah rasa takut dan
malas.
Hilangkan perasaan takut tulisan kita jelek, takut
dicela, takut tulisannya sudah basi, dan ketakutan-ketakutan lainnya. Perasaan
takut ini yang akan menghambat kita dalam memulai menulis.
Selain itu, seorang penulis yang baik adalah penulis
yang tidak mengandalkan “mood”. Jangan jadikan alasan tidak ada mood hingga
kita tidak dapat menulis. Perasaan ini harus disingkirkan karena menghambat
kerja otak dalam menulis.
Bayangkan bila Anda sorang wartawan, redaktur, atau
kolumnis yang dituntut harus menulis setiap saat. Bagaimana kalau bekerja harus
mengandalkan mood, tentu karier Anda akan tamat.
Seorang penulis fiksi ilmiah, Isaac Asimov, mengakui
bahwa cara ia menulis adalah “Simpel dan apa adanya”. Artinya, menulislah
dengan simpel dan apa adanya. Hal ini juga mengandung maksud, jadilah diri
sendiri ketika menulis. Untuk menemukan gaya nenulis kita, maka perbanyaklah
menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the master. Dengan catatan jangan
paksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya kita.
Menulislah dengan apa yang kita sukai. Kalau suka traveling, maka tulislah
kisah perjalanan Anda. Atau kalau suka menulis karya ilmiah, maka tekuni hal ini.
Kalau suka menulis artikel popular, features yang ringan, maka tuliskanlah. Pasti akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang
disukai.
Sebaliknya, seseorang tidak mampu menghasilkan tulisan
yang baik diantara penyebabnya adalah karena mencoba memasukan kata atau
kalimat yang membuat pesan tulisan tidak sampai kepada pembaca. Jadi tulisan
yang baik adalah tulisan yang pesannya dapat dipahami oleh pembaca. Hal ini
akan terjadi apabila kita menulis dengan simpel. Karena menulis itu seperti
berbicara. Kita ingin ucapan kita dapat dipahami lawan bicara kita, maka kita
akan berbicara dengan simpel dan menghindari bahasa yang berlebihan.
Bagi seorang penulis pemula, kadang masih ada keraguan
dalam menghasilkan draf tulisan yang pertama. Biarkan saja tulisan kita jelek, karena
kita masih punya waktu untuk memperbaiki draf tersebut. Hal ini lebih baik daripada
sama sekali kita tidak menulis.
Kiat sukses agar tulisan kita dapat diterbitkan adalah
menulislah hal yang aktual dan sesuai dengan gaya selingkung media yang akan
dituju. Karena setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai
kebijakan redaksinya. Misalya kita perlu mengetahui aturan penulisan serta berapa
jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media yang akan kita kirim. Atau
rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut. Jangan kuatir tulisan kita
ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki saja kekurangannya kemudian kirim lagi.
Kalau tulisan kita belum juga diterbitkan, ada beberapa
faktor yang menyebabkannya. Mungkin tulisannya tidak aktual. Atau space dalam
edisi penerbitan sudah penuh.
Demikian resume yang dapat saya sampaikan. Selamat
berkarya dan salam literasi.
MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU
Materi Rabu, 22 April 2020, kali ini disampaikan oleh Edi
S. Mulyanta, S.Si., M.T. dari Penerbit Andi Yogyakarta.
Sebuah penerbit akan tumbuh dan berkembang dengan
adanya penulis yang mengirimkan tulisannya. Karena itu, bisa dikatakan bahwa darah dari penerbitan
adalah karya tulis dari penulisnya. Karya tulis tersebut nantinya diubah
menjadi sebuah media buku yang dapat dinikmati oleh pembaca-pembacanya. Buku
yang sudah dipasarkan melalui outlet-outlet pemasaran baik di toko buku, kampus, maupun sekolah.
Penerbit yang telah dipercaya ISBN dari perpustakaan
nasional sebagai petanda setiap
terbitannya, juga dinaungi lembaga IKAPI sebagai lembaga yang sudah ditunjuk
pemerintah untuk mewadahi setiap penerbit di luar penerbit kampus. Penerbit di
bawah naungan IKAPI secara alamiah akan memilih jalurnya masing-masing sesuai
passionnya dalam menerbitkan buku.
Oleh karena itu, sebagai penulis kita harus mengetahui
dan memahami ciri khas setiap terbitan dari penerbit. Hal ini dimaksudkan agar
kita dapat mengirim naskah sesuai dengan misi penerbit tersebut. Meski
demikian, ada pula penerbit yang menerima tulisan dari berbagai tema.
Bila sudah diketahui cirri atau karakteristik penerbit yang akan dituju, penulis dapat
langsung mengirimkan usulan dan proposal terlebih dahulu untuk menjajaki apakah
jalur tulisannya sudah sesuai dengan
visi dan misi penerbitan atau belum. Hal ini juga dapat menghemat waktu
dan biaya dalam mempersiapkan tulisannya.
Setiap penerbit memiliki SOPnya masing-masing.
Ketentuan dalam memilah dan memilih tulisan untuk dijadikan komoditas industri.
Tujuan utamanya adalah agar terbitannya dapat terserap di pasar dengan cepat.
Setiap penerbit sudah mempunyai peta pasar yang akan
dia rekam dari outlet-outletnya. Karena itu insting penerbitan yang sudah lama
bergelut di dunia penerbitan akan semakin terasah. Dengan melihat judul,
outline, dan siapa penulisnya, penerbit sudah bisa memproyeksikan pasar bukunya
yang akan menjadi sasarannya. Hal pertama yang harus dikuasai penulis adalah
pemilihan judul yang baik, pasar sasaran yang dituju, kemudian bisa dilakukan riset
sederhana mengenai pesaing. Dengan adanya penjelasan tersebut dapat memudahkan dalam
menawarkan tulisan kepada penerbit. Apalagi bila tema yang dipiih adalah tema
yang baru. Maka perlu tambahan data riset kecil karena tidak mudah memengaruhi
penerbit. Penerbit cenderung mencari tema yang secara data pemasaran sudah ada.
Dengan demikian taksiran dalam
pembiayaan memiliki risiko yang semakin kecil untuk tidak terserap di pasar.
Riset pasar yang dilakukan pertama kali paling penting
adalah (1)siapa sasarannya. Buku sekolah pasarnya sangat besar sekali
dibandingkan buku masak. Kemudian (2)pesaing. Buku dengan pasar besar maka
pesaingnya banyak. Karena itu perlu strategi pemosisian kedalaman materi.
Apakah buku kita lengkap, atau hanya buku pengayaan. Perlu dituntaskan segera
supaya tidak terjadi tabrakan materi buku dengan pesaing.
Buku yang terbukti masih laku di took buku adalah buku
anak, buku dongeng, cerita bergambar, komik. Serta buku yang memiliki value
yang baik untuk pendidikan karakter. Kemudian buku keagamaan, motivasi, dan
buku sekolah.
Saat mengirimkan proposal, sampaikan pula penjelasan
pasar sasaran. Bila dilengkapi dengan data angka maka akan lebih menarik lagi.
Pesaing buku serupa apakan sudah ada atau belum. Bila belum, maka masuk ke dalam
kategori penulis perintis. Untuk penulis perintis pertama peluang terserap di
pasar akan lebih besar. Meski biasanya tulisan pertama kualitasnya kurang
sempurna. Namun dengan mengejar momen tertentu, maka akan banyak dicari oleh
pembaca.
Penulis follower, penulis yang mengikuti tema yang
sudah diterbitkan, biasanya penyajian materinya lebih baik. Namun terkadang hanya menikmati pasar sisa
dari penulis perintis. Penulis perintis effort awal lebih banyak namun risiko
tidak lakunya juga besar. Karena itu penerbit akan sangat tergantung dari
tawaran awal dalam proposal dalam menentukan penerbitannya.
Proposal buku akan menjadi semakin sempurna bila
penulis sudah melaksanakan proses tulisan bukunya minimal 50% dari rencana
keseluruhan. Maka penerbit akan memberikan tenggang waktu sampai penulis merampungkan
bukunya. Namun apabila prosesnya terlalu lama, dan ada penulis lain yang sudah
selesai menulisnya, maka bisa jadi penerbit akan langsung memproses buku dari
naskah yang selesai terlebih dahulu. Jadi di sini dibutuhkan manajemen waktu
dalam menulis supaya bisa cepat menyelesaikan naskah sehingga bisa langsung
diproses oleh penerbit.
Proses penerbitan buku tidaklah sebentar. Diawali dari (1)administrasi penerbit awal,
(2)proses editing, (3)setting layout, (4)desain cover, (5)baru diproduksi. Bila
tidak ada antrian, penerbitan buku bisa diselesaikan sekitar dua minggu sampai
satu bulan paling lama. Biasanya naskah tersendat di proses antrian, baik dari
sisi penulis maupun beberapa bagian di penerbitan.
(1)Hal yang harus dipersiapkan pada proses administrasi penerbitan adalah
kelengkapan naskah, mulai dari 1)judul-subjudul, 2)nama pengarang, 3)kata
pengantar, 3)prakata, 4)daftar isi, 5)bab, dan 6)sinopsis. Penulis harus
melengkapi bagian tersebut karena bila belum lengkap maka proses tidak akan
berlanjut.
(2)Proses
editing akan lebih mudah bila penulis
dibekali pengetahuan ejaan, pilihan kata, kalimat, paragraf, hingga hirarki
bab. Biasanya kelemahan penulis tidak jelas saat menentukan hirarki bab, paragraf,
kalimat, kata, dan pemilihan fontasi. Maka editor akan membantu hal itu. Namun apabila
penulis sudah pandai menata tulisannya dengan baik, maka kerja editor akan
lebih focus ke bagian bagaimana memilih keefektifan kalimat dan struktur bab
yang baik.
(3)Setting
layout juga memiliki peranan yanga sangat penting dalam penerbitan sebuah
buku. Peranannya adalah dalam menentukan ukuran buku, jumlah halaman, dan
keindahan halaman per halaman. Titik krusial ada di bagian ini. Hal ini
dikarenakan dengan pengaturan halaman yang baik, maka harga buku akan efektif ditentukan. Harga buku yang
menarik akan memengaruhi pembeli dalam memutuskan pilihannya untuk menikamati
buku tersebut atau meninggalkannya.
(4)Desain cover
juga tak kalah pentingnya dalam sebuah penerbitan buku. Bahkan memiliki peranan
strategis dalam sebuah buku. Apalagi tipikan pembeli buku di Indonesia adalah
didasarkan dari keindahan dan seberapa menarik cover buku tersebut. Tipikan
pembaca buku di Indonesia adalah sight
seeing, sehingga cover sangat penting dalam pemasaran buku. Setiap penerbit
juga sudah memiliki data bahwa cover yang menarik dapat mendongkrak pemasaran.
(5)Sebelum diproduksi,
ada proses proofing. Penulis
sebaiknya memberikan beberapa perbaikan ide untuk lebih memperkuat pasar buku
yang ditulisnya. Jadi kerja sama yang baik antara penulis dan pengetahuan data
dari penerbit akan menentukan keberhasilan tulisan untuk diserap di pasar.
Namun best
seller tidak tercipta by design.
Artinya buku-buku best seller di
Indonesia terkadang karena karunia semata. Jadi jangan takut untuk menawarkan
tulisan ke penerbit. Karena pada dasarnya penerbit pun trial and error dalam menerbitkan bukunya. Hanya pengalaman dan
intuisi yang membantu agar terhindar dari kerugian akibat terbitannya tidak
laku di pasar.
Demikian resume materi Menulis dan Menerbitkan Buku
yang dapat disampaikan. Selamat menulis dan jangan ragu
untuk mengirim tulisan ke penerbit. Agar karya kita bisa diapresiasi
masyarakat.
Selasa, 07 April 2020
Resume: Menulis Tanpa Ide Bersama Budiman Hakim
Menulis tanpa ide? memang bisa?
Materi kulian online kali ini semakin luar biasa. Di sini Budiman Hakim, biasa disapa Om Bud, akan menjelaskan bagaimana kita bisa menulis tanpa harus menunggu ide terlebih dahulu.
"Menulis Tanpa Ide" adalah buku terbaru karangan Budiman Hakim. Dan materi yang akan disampaikan kali ini adalah saah satu bab yang terdapat pada bab tersebut.
Pada dasarnya, kunci dalam menulis itu adalah adanya Emosi. Tulisan yang bagus adalah tulisan yang dapat menggugah emosi pembaca. Jika kita membaca novel sampai menangis tersedu-sedu karena hanyut dalam cerita yang isinya menguras air mata, maka novel tersebut bisa dikatakan sukses. Begitu pula kalau menulis cerita humor, patokan tulisan kita bagus adalah apakah pembaca akan tertawa terbahak-bahak saat membaca tulisan tersebut? Dengan demikian ketika orang menangis atau tertawa, maka tulisan kita sudah menggugah emosi pembacanya. Oleh karen itu, ketika kita menulis sebuah cerita, kita wajib memasukkan unsur emosi dalam cerita itu.
Masalahnya, menampilkan emosi dalam cerita bukanlah hal yang mudah. Saat kita akan menulis seringkali kita tidak memiliki ide, atau biasa disebut dengan istilah writer' block. Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut ada dua hal yang disa dilakukan.
1. Memamfaatkan Emosi.
Cara ini sangat mudah, yaitu dengan menuliskan perubahan emosi dalam kehiduan kita sehari-hari. Om Bud menyebutnya dengan metode CERPENTING. singkatan dari cerita pendek tidak penting.
Cerpenting adalah metode menuliskan peristiwa-peristiwa remeh yag terjadi di sekeliling kita. Meskipun ceritanya sepele tapi ternyata membuat kita tertawa atau terharu atas peristiwa itu. Dengan kata lain emosi kita tergugah. Jadi tulislah peristiwa tersebut. Misalnya saat kita naik motor, terus kehabisan bensin. Sementara kita juga lupa bawa uang karena nggak sempat ke ATM. Sudah jauh-jauh dorong motor, pas ke ATM mesinnya rusak. Ngeselinkan? Tuliskan!
Atau mau menulis cerita horor waktu dikejar-kejar oleh kecoa terbang? Pokoknya pengalaman remeh apapun yang dialami, selama itu menggugah emosi,Tuliskan!
Menulis cerpenting memang menuliskan sesuatu yang tidak penting tapi manfaatnya sangat penting, kenapa? karena jika kita terbiasa menulis cerpenting maka kita akan selalu mendapat pemicu untuk menulis. Topik sepele saja kita mampu, itu point pentingnya. Karena itu, mulai sekarang setiap tergugah emosi langsung dicatat. kumpulkan dalam satu folder dan beri nama "Sumber Ide". setiap kita butuh ide, tinggal dibuka foldernya. Kalau kita peka terhadap apa yang terjadi pada diri kita sehari-hari, sebetulnya banyak yang bisa kita tuliskan menjadi cerpenting.
2. Memancing Emosi.
Metode yang kedua adalah memancing emosi. Dari emosi yang kita dapat kita konversikan menjadi ide. Sering kita dengar kata-kata motivasi sebagi berikut:
"Jangan tunggu kaya baru kita berderma, tapi berdermalah dulu maka insyaallah kita akan menjadi kaya"
"Jangan menunggu bahagia lalu kita tersenyum, tapi tersenyumlah dulu maka kebahagiaan akan datang padamu"
Dari contoh kalimat motivasi tersebut, maka dalam menulis pun bisa diambil formulasi menjadi berikut.
"JANGAN MENUNGGU IDE DATANG DULU BARU MENULIS, TAPI MENULISLAH DULU MAKA IDE AKAN DATANG PADAMU"
Ide itu tidak boleh ditunggu. ide itu harus dipancing. Diantaranya adalah dengan cara memperhatikan lingkungan sekitar. Tuliskan benda-benda yang kita tangkap melalui pancaindera, kemudian rangkai menjadi kaimat-kalimat. Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang. Manfaatkan indera penglihatan, penciuman, pendengaran,pengecapan, dan perabaan. Cara menulis seperti ini adalah cara untuk memancing ide datang. Ketika ide sudah terjaring barulah kita kemas menjadi tulisan yang menarik.
Demikian resume untuk materi malam ini. Aslinya sangat menarik karena disertai contoh-contoh dan tanya jawab.
happy writing!
Materi kulian online kali ini semakin luar biasa. Di sini Budiman Hakim, biasa disapa Om Bud, akan menjelaskan bagaimana kita bisa menulis tanpa harus menunggu ide terlebih dahulu.
"Menulis Tanpa Ide" adalah buku terbaru karangan Budiman Hakim. Dan materi yang akan disampaikan kali ini adalah saah satu bab yang terdapat pada bab tersebut.
Pada dasarnya, kunci dalam menulis itu adalah adanya Emosi. Tulisan yang bagus adalah tulisan yang dapat menggugah emosi pembaca. Jika kita membaca novel sampai menangis tersedu-sedu karena hanyut dalam cerita yang isinya menguras air mata, maka novel tersebut bisa dikatakan sukses. Begitu pula kalau menulis cerita humor, patokan tulisan kita bagus adalah apakah pembaca akan tertawa terbahak-bahak saat membaca tulisan tersebut? Dengan demikian ketika orang menangis atau tertawa, maka tulisan kita sudah menggugah emosi pembacanya. Oleh karen itu, ketika kita menulis sebuah cerita, kita wajib memasukkan unsur emosi dalam cerita itu.
Masalahnya, menampilkan emosi dalam cerita bukanlah hal yang mudah. Saat kita akan menulis seringkali kita tidak memiliki ide, atau biasa disebut dengan istilah writer' block. Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut ada dua hal yang disa dilakukan.
1. Memamfaatkan Emosi.
Cara ini sangat mudah, yaitu dengan menuliskan perubahan emosi dalam kehiduan kita sehari-hari. Om Bud menyebutnya dengan metode CERPENTING. singkatan dari cerita pendek tidak penting.
Cerpenting adalah metode menuliskan peristiwa-peristiwa remeh yag terjadi di sekeliling kita. Meskipun ceritanya sepele tapi ternyata membuat kita tertawa atau terharu atas peristiwa itu. Dengan kata lain emosi kita tergugah. Jadi tulislah peristiwa tersebut. Misalnya saat kita naik motor, terus kehabisan bensin. Sementara kita juga lupa bawa uang karena nggak sempat ke ATM. Sudah jauh-jauh dorong motor, pas ke ATM mesinnya rusak. Ngeselinkan? Tuliskan!
Atau mau menulis cerita horor waktu dikejar-kejar oleh kecoa terbang? Pokoknya pengalaman remeh apapun yang dialami, selama itu menggugah emosi,Tuliskan!
Menulis cerpenting memang menuliskan sesuatu yang tidak penting tapi manfaatnya sangat penting, kenapa? karena jika kita terbiasa menulis cerpenting maka kita akan selalu mendapat pemicu untuk menulis. Topik sepele saja kita mampu, itu point pentingnya. Karena itu, mulai sekarang setiap tergugah emosi langsung dicatat. kumpulkan dalam satu folder dan beri nama "Sumber Ide". setiap kita butuh ide, tinggal dibuka foldernya. Kalau kita peka terhadap apa yang terjadi pada diri kita sehari-hari, sebetulnya banyak yang bisa kita tuliskan menjadi cerpenting.
2. Memancing Emosi.
Metode yang kedua adalah memancing emosi. Dari emosi yang kita dapat kita konversikan menjadi ide. Sering kita dengar kata-kata motivasi sebagi berikut:
"Jangan tunggu kaya baru kita berderma, tapi berdermalah dulu maka insyaallah kita akan menjadi kaya"
"Jangan menunggu bahagia lalu kita tersenyum, tapi tersenyumlah dulu maka kebahagiaan akan datang padamu"
Dari contoh kalimat motivasi tersebut, maka dalam menulis pun bisa diambil formulasi menjadi berikut.
"JANGAN MENUNGGU IDE DATANG DULU BARU MENULIS, TAPI MENULISLAH DULU MAKA IDE AKAN DATANG PADAMU"
Ide itu tidak boleh ditunggu. ide itu harus dipancing. Diantaranya adalah dengan cara memperhatikan lingkungan sekitar. Tuliskan benda-benda yang kita tangkap melalui pancaindera, kemudian rangkai menjadi kaimat-kalimat. Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang. Manfaatkan indera penglihatan, penciuman, pendengaran,pengecapan, dan perabaan. Cara menulis seperti ini adalah cara untuk memancing ide datang. Ketika ide sudah terjaring barulah kita kemas menjadi tulisan yang menarik.
Demikian resume untuk materi malam ini. Aslinya sangat menarik karena disertai contoh-contoh dan tanya jawab.
happy writing!
Minggu, 05 April 2020
Resume: Enam Langkah Menulis Buku Bersama Akbar Zainudin
Ini adalah materi yang ditunggu-tunggu. Disampaikan oleh penulis terkenal pula, Akbar Zainudin. Penulis Man Zadda Wa Zadda ini menyampaikan materi dengan diawali penayangan youtube tentang langkah-langkah menulis buku. Disampaikan ada enam yang terangkum dalam TOJTRP.
1. T adalah tema. sebuah buku fiksi atau pun non fiksi harus mengusung satu tema besar. Tema yang menjadi rel yang mengikat penulis dari awal hingga akhir cerita. Misalnya tema kerja keras, motivasi, romantisme, cara belajar, pendidikan, dll.
2. O adalah outline atau daftar isi. fungsi outline adalah agar tulisan terarah, bisa buat jadwal dan target, menghindari 'ngeblank" pada saat menulis, dan terakhir agar bukunya selesai.
3. J adalah jadwal. buatlah jadwal sesuai dengan outline yang sudah disusun. jadi dapat terkontrol kapan buku akan selesai.
4. T adalah tuliskan. Saat outline dan jadwal sudah ada, tinggal ditulis outline tersebut sesuai jadwal. di sini diperlukan disiplin menulis. Luangkan waktu antara 30-60 menit sehari untuk menulis. Tulis dan selesaikan semua judul yang sudah ada dalam outline sesuai jadwalnya. Jangan terpaku pada satu tulisan sampai sempurna.
outline untuk buku non fiksi: 1) pendahuluan, berisi latar belakang, tujuan dan maksud penulisan. 2) isi naskah, berisi teori-teori, peristiwa aktual, analisis terhadap peristiwa, how to (tips and trick) 3) kesimpulan dan penutup. Sedangkan untuk buku fiksi outline bisa berisi 1) tokoh, 2) karakter tiap tokoh, 3)alur atau plot cerita 4) klimaks dan ending cerita
5. R adalah revisi. selesaikan draf tulisan sampai selesai. Jangan dituntut harus langsung menjadi sempurna. Karena berikutnya pun ada tahap revisi. Yang direvisi adalah data dan inforasi yang kurang, tata bahasa, gaya tulisan, disamakan dari awal sampai akhir, terakhir revisi judul-judulnya sehingga menjadi lebih menarik.
Kriteria judul yang menarik;1) Provokatif. Misalnya Tips Sukses Belajar, ini contoh judul yang sudah biasa. Buatlah yang lebih provokatif, menjadi; "Kamu Gagal Terus? ini Cara Praktis Lulus Ujian". 2) jelas, tegas, dan sederhana, 3) biasanya terdiri dari tiga kata, kalau panjang lebihnya bisa dijadikan subjudul. Misal, Man Jadda Wajada; The Art of Excellent Life.
6. P adalah penerbit. Bila naskah sudah selesai sesuai dengan tahapan di atas, kirimlah ke penerbit. yang menjadi pertimbangan penerbit adalah 1) nilaik komersialnya, menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca. Apakah buku kita akan laku? Siapa pembelinya? Berapa banyak yang akan membeli? Apakah pembaca membutuhkan buku kita? Semakin besar kebutuhan kebutuhan masyarakat akan buku kita semakin besar buku kita akan diterbitkan. 2) Apa yang membedakan buku kita dengan buku sejenis. Apa kelebihannya? 3) Apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran? Ketiga hal yang ditanyakan penerbit ini kita harus memiliki jawabannya.
Saat naskah kita sudah diterima oleh penerbit, akan ada beberapa revisi dari editor, disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Naskah yang diterima oleh penerbit, kita tidak harus membayar apa pun untuk biaya pracetak atau pun biaya cetak. Bahkan kita nanti akan mendapatkan royalti 10% dari buku yang terjual.
Cara mengirimkan naskah:
1. Naskah harus sudah jadi
2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau plash disk.
Kabar akan diterima selang tiga bulan. Selama menunggu kita tidak boleh mengirimkan naskah yang sama kepada penerbit yang lain. Tunggu sampai ada keputusannya. Bila tidak diterima, naskah bisa kita lengkapi lalu dikirim kembali ke penerbit yang sama atau yang berbeda.
Demikian resume yang dapat disampaikan pada kuliah Minggu, 5 April 2020 bersama Akbar Zainudin. Pesan penutup perkuliahan: Teruslah berlatih menulis, menulis, dan menulis. disiplin setiap hari, nanti tau-tau tulisan kita akan banyak, akan lebih baik, dan tau-tau jadi buku.
happy writing
1. T adalah tema. sebuah buku fiksi atau pun non fiksi harus mengusung satu tema besar. Tema yang menjadi rel yang mengikat penulis dari awal hingga akhir cerita. Misalnya tema kerja keras, motivasi, romantisme, cara belajar, pendidikan, dll.
2. O adalah outline atau daftar isi. fungsi outline adalah agar tulisan terarah, bisa buat jadwal dan target, menghindari 'ngeblank" pada saat menulis, dan terakhir agar bukunya selesai.
3. J adalah jadwal. buatlah jadwal sesuai dengan outline yang sudah disusun. jadi dapat terkontrol kapan buku akan selesai.
4. T adalah tuliskan. Saat outline dan jadwal sudah ada, tinggal ditulis outline tersebut sesuai jadwal. di sini diperlukan disiplin menulis. Luangkan waktu antara 30-60 menit sehari untuk menulis. Tulis dan selesaikan semua judul yang sudah ada dalam outline sesuai jadwalnya. Jangan terpaku pada satu tulisan sampai sempurna.
outline untuk buku non fiksi: 1) pendahuluan, berisi latar belakang, tujuan dan maksud penulisan. 2) isi naskah, berisi teori-teori, peristiwa aktual, analisis terhadap peristiwa, how to (tips and trick) 3) kesimpulan dan penutup. Sedangkan untuk buku fiksi outline bisa berisi 1) tokoh, 2) karakter tiap tokoh, 3)alur atau plot cerita 4) klimaks dan ending cerita
5. R adalah revisi. selesaikan draf tulisan sampai selesai. Jangan dituntut harus langsung menjadi sempurna. Karena berikutnya pun ada tahap revisi. Yang direvisi adalah data dan inforasi yang kurang, tata bahasa, gaya tulisan, disamakan dari awal sampai akhir, terakhir revisi judul-judulnya sehingga menjadi lebih menarik.
Kriteria judul yang menarik;1) Provokatif. Misalnya Tips Sukses Belajar, ini contoh judul yang sudah biasa. Buatlah yang lebih provokatif, menjadi; "Kamu Gagal Terus? ini Cara Praktis Lulus Ujian". 2) jelas, tegas, dan sederhana, 3) biasanya terdiri dari tiga kata, kalau panjang lebihnya bisa dijadikan subjudul. Misal, Man Jadda Wajada; The Art of Excellent Life.
6. P adalah penerbit. Bila naskah sudah selesai sesuai dengan tahapan di atas, kirimlah ke penerbit. yang menjadi pertimbangan penerbit adalah 1) nilaik komersialnya, menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca. Apakah buku kita akan laku? Siapa pembelinya? Berapa banyak yang akan membeli? Apakah pembaca membutuhkan buku kita? Semakin besar kebutuhan kebutuhan masyarakat akan buku kita semakin besar buku kita akan diterbitkan. 2) Apa yang membedakan buku kita dengan buku sejenis. Apa kelebihannya? 3) Apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran? Ketiga hal yang ditanyakan penerbit ini kita harus memiliki jawabannya.
Saat naskah kita sudah diterima oleh penerbit, akan ada beberapa revisi dari editor, disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Naskah yang diterima oleh penerbit, kita tidak harus membayar apa pun untuk biaya pracetak atau pun biaya cetak. Bahkan kita nanti akan mendapatkan royalti 10% dari buku yang terjual.
Cara mengirimkan naskah:
1. Naskah harus sudah jadi
2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau plash disk.
Kabar akan diterima selang tiga bulan. Selama menunggu kita tidak boleh mengirimkan naskah yang sama kepada penerbit yang lain. Tunggu sampai ada keputusannya. Bila tidak diterima, naskah bisa kita lengkapi lalu dikirim kembali ke penerbit yang sama atau yang berbeda.
Demikian resume yang dapat disampaikan pada kuliah Minggu, 5 April 2020 bersama Akbar Zainudin. Pesan penutup perkuliahan: Teruslah berlatih menulis, menulis, dan menulis. disiplin setiap hari, nanti tau-tau tulisan kita akan banyak, akan lebih baik, dan tau-tau jadi buku.
happy writing
Kamis, 02 April 2020
Resume1 "Menjadi Blogger Sekaligus Youtuber Bersama Omjay dan Pak Dedi Dwitagama
Alhamdulilah bisa bergabung dengan grup menulis bersama PGRI. Saat diperhatikan ternyata ini adalah gelombang ke-8. Namun pesertanya sangat membludak dan sangat interaktif. Ini menandakan kegiatan ini sangat keren. Dan tentunya sangat bermanfaat. Jadi tidak salah kalau saya pun ikut tertarik untuk terus lanjut mengikuti pembelajaran. Walau dengan tertatih.
Pembelajaran online pertama berlangsung pada hari Minggu, 29 Maret 2020 pukul 19.00 s.d. 21.00. Tema yang disampaikan adalah menjadi Blogger Sekaligus Youtuber bersama pak Dedi Dwitama. Langkah pertama dalam membuat blog adalah adanya niat, membuat email, lalu sign up di blogger.com, atau wordpress.com, atau kompasiana.com, atau detik.com, atau kumparan, atau guraru.com, dan provider lainnya yang menyediakan platform blog. Dan semuanya gratis dengan risiko akan muncul iklan-iklan di blog kita. Berbeda dengan domainnya com, net, info, dsb yang berbayar, tidak akan muncul iklan kecuali kita sendiri yang mengisinya. Tapi ini pun berisiko, lupa membayar sehari saja tulisan kita akan hilang tak berbekas.
Blog diibaratkan rumah sendiri. Mau diisi apa pun, suka-suka. Jadi dalam blog bisa diisi dengan beragam tema, tergatung mood kita sedang mau menulis apa. Supaya lebih menarik bisa disertakan foto atau video. Kemudian bisa kita share juga ke facebook, whatsapp, atau twitter dengan cara mengkopi linknya. Dengan demikian akan banyak orang yang berkunjung ke blog kita. Langkah ini sekaligus menjadi trik atau ajang promosi blog kita. Promosi lainnya adalah kita sering berkunjung ke blog orang lain dan memberikan komentar. Etikanya, blog yang kita kunjungi harus berkunjung balik ke blog kita. Trik lainnya adalah dengan memberikan judul blog kita dengan kata-kata yang sedang hits dan banyak dicari netizen. Kalau ada yang searching, tulisan kita akan muncul.
Saat kita searching tentang sesuatu, mungkin tak jarang kita menemukan tulisan yang sama dari beberapa sumber yang berbeda. Apakah hal ini diperbolehkan? boleh, pemilik blog pastinya senang. tapi untuk mengutip tulisan orang lain, etisnya kita kontak dulu di kolom komentar, setelah ada izin baru diposting.
Sedangkan youtobe bisa diibaratka sebagai lemari penyimpanan video yang kita rekam. sebelum video dihapus bisa diuploud dulu di youtube. Dengan demikian, memori di hp pun akan lebih ringan tanpa kita kehilangan video yang telah kita rekam. Caranya sangat mudah, asal kita sudah punya email di Gmail otomatis kita sudah punya channel yuotube. Kita tinggal share video yang ada di HP dengan mengklik tanda titik tiga di pojok kanan atas, lalu pilih youtube, uploud, langsung deh video kita tayang di youtube. Untuk identitas bisa digunakan nama lengkap di channel kita supaya saat search di google, akan langsung terhubung di chanel kita. supaya lebih menarik video yang diuploud diedit terlebih dulu.
Tak terasa pembelajaran online selama dua jam sudah terlewati. Di akhir pembahasan, pak Dedi menyimpulkan bahwa apa yang anda ingin ketahui semua ada di google. Kuncinya coba, ulangi, dan praktikkan terus sampai bisa. Uploud video pertama pasti akan menghilangkan rasa takut dan membuat ketagihan. Dengan youtube dan blog kita bisa meninggalkan jejak agar kita bisa dikenang oleh anak-cucu, bahkan semesta raya. Karena itu mari kita tinggalkan jejak kebaikan untuk bisa memberikan manfaat untuk orang banyak.
Demikian resume pembelajara pertama. tinggal kita praktikan.
ellaagustina
Pembelajaran online pertama berlangsung pada hari Minggu, 29 Maret 2020 pukul 19.00 s.d. 21.00. Tema yang disampaikan adalah menjadi Blogger Sekaligus Youtuber bersama pak Dedi Dwitama. Langkah pertama dalam membuat blog adalah adanya niat, membuat email, lalu sign up di blogger.com, atau wordpress.com, atau kompasiana.com, atau detik.com, atau kumparan, atau guraru.com, dan provider lainnya yang menyediakan platform blog. Dan semuanya gratis dengan risiko akan muncul iklan-iklan di blog kita. Berbeda dengan domainnya com, net, info, dsb yang berbayar, tidak akan muncul iklan kecuali kita sendiri yang mengisinya. Tapi ini pun berisiko, lupa membayar sehari saja tulisan kita akan hilang tak berbekas.
Blog diibaratkan rumah sendiri. Mau diisi apa pun, suka-suka. Jadi dalam blog bisa diisi dengan beragam tema, tergatung mood kita sedang mau menulis apa. Supaya lebih menarik bisa disertakan foto atau video. Kemudian bisa kita share juga ke facebook, whatsapp, atau twitter dengan cara mengkopi linknya. Dengan demikian akan banyak orang yang berkunjung ke blog kita. Langkah ini sekaligus menjadi trik atau ajang promosi blog kita. Promosi lainnya adalah kita sering berkunjung ke blog orang lain dan memberikan komentar. Etikanya, blog yang kita kunjungi harus berkunjung balik ke blog kita. Trik lainnya adalah dengan memberikan judul blog kita dengan kata-kata yang sedang hits dan banyak dicari netizen. Kalau ada yang searching, tulisan kita akan muncul.
Saat kita searching tentang sesuatu, mungkin tak jarang kita menemukan tulisan yang sama dari beberapa sumber yang berbeda. Apakah hal ini diperbolehkan? boleh, pemilik blog pastinya senang. tapi untuk mengutip tulisan orang lain, etisnya kita kontak dulu di kolom komentar, setelah ada izin baru diposting.
Sedangkan youtobe bisa diibaratka sebagai lemari penyimpanan video yang kita rekam. sebelum video dihapus bisa diuploud dulu di youtube. Dengan demikian, memori di hp pun akan lebih ringan tanpa kita kehilangan video yang telah kita rekam. Caranya sangat mudah, asal kita sudah punya email di Gmail otomatis kita sudah punya channel yuotube. Kita tinggal share video yang ada di HP dengan mengklik tanda titik tiga di pojok kanan atas, lalu pilih youtube, uploud, langsung deh video kita tayang di youtube. Untuk identitas bisa digunakan nama lengkap di channel kita supaya saat search di google, akan langsung terhubung di chanel kita. supaya lebih menarik video yang diuploud diedit terlebih dulu.
Tak terasa pembelajaran online selama dua jam sudah terlewati. Di akhir pembahasan, pak Dedi menyimpulkan bahwa apa yang anda ingin ketahui semua ada di google. Kuncinya coba, ulangi, dan praktikkan terus sampai bisa. Uploud video pertama pasti akan menghilangkan rasa takut dan membuat ketagihan. Dengan youtube dan blog kita bisa meninggalkan jejak agar kita bisa dikenang oleh anak-cucu, bahkan semesta raya. Karena itu mari kita tinggalkan jejak kebaikan untuk bisa memberikan manfaat untuk orang banyak.
Demikian resume pembelajara pertama. tinggal kita praktikan.
ellaagustina
Senin, 30 Maret 2020
Pisang Goreng 'Primadona di Setiap Suasana'
Hari ini anggota keluarga kumpul semua di rumah. Aku, suami, dan ketiga anak kami sedang menonton acara kartun. Tepatnya menemani anak-anak nonton. Karena kartun yang sudah berulang-ulang ditayangkan itu tidak menarik perhatianku. Berbeda dengan anak-anak, meski mereka sudah hapal dengan jalan ceritanya namun mereka masih saja bisa menikmati tontonannya. Disertai tawa dari mereka membuat suasana di ruang keluarga ini menjadi selalu meriah.
"Lagi ngumpul begini enaknya makan apa ya?" tanya suamiku tiba-tiba. Hmmm.. modus! Pasti Ayah ingin makan pisang goreng deh, pikirku. Padahal pagi tadi sebelum berangkat ke kantor, suamiku hampir saja menghabiskan sepiring pisang goreng. Berebut dengan anak-anak. Sore ini pun sudah nagih lagi.
"Pisang goreng!" jawab anak-anak serempak. Mereka pun langsung tertawa. Kalau sudah begini, mau tidak mau aku harus pergi ke dapur. Menyulap sesisir pisang uli menjadi panganan favorit keluarga. Dengan bahan yang mudah didapat serta proses pembuatan yang mudah, sepiring pisang goreng spesial pun telah siap. Untuk semakin menggugah selera, taburan keju parut disimpan di atasnya. Tak perlu menunggu waktu lama, piring pun langsung akan bersih kembali tidak berbekas.
"Lagi ngumpul begini enaknya makan apa ya?" tanya suamiku tiba-tiba. Hmmm.. modus! Pasti Ayah ingin makan pisang goreng deh, pikirku. Padahal pagi tadi sebelum berangkat ke kantor, suamiku hampir saja menghabiskan sepiring pisang goreng. Berebut dengan anak-anak. Sore ini pun sudah nagih lagi.
"Pisang goreng!" jawab anak-anak serempak. Mereka pun langsung tertawa. Kalau sudah begini, mau tidak mau aku harus pergi ke dapur. Menyulap sesisir pisang uli menjadi panganan favorit keluarga. Dengan bahan yang mudah didapat serta proses pembuatan yang mudah, sepiring pisang goreng spesial pun telah siap. Untuk semakin menggugah selera, taburan keju parut disimpan di atasnya. Tak perlu menunggu waktu lama, piring pun langsung akan bersih kembali tidak berbekas.
Langganan:
Postingan (Atom)