Kamis, 23 April 2020

MENULIS CEPAT DAN TEPAT di Media Luring dan Daring


Materi  menulis bersama PGRI malam ini, Senin 20 April 2020, mengusung tema yang sangat menarik. Tema yang pastinya dinantikan oleh para penulis pemula yang ingin belajar menulis. Materi juga dilengkapi dengan informasi bagaimana tulisan kita bisa diterbitkan di media. Materi disampaikan oleh om Catur, seorang penulis sekaligus redaktur sebuah majalah.

Om Catur mengawali menulis sejak tahun 1999. Buku pertamanya diterbitkan pada tahun 2003. Sampai sekarang pun masih aktif menulis.

Saat pertama kali akan menulis, ada dua musuh utama menulis yang harus dikalahkan. Apa itu? musuh tersebut adalah rasa takut dan malas.

Hilangkan perasaan takut tulisan kita jelek, takut dicela, takut tulisannya sudah basi, dan ketakutan-ketakutan lainnya. Perasaan takut ini yang akan menghambat kita dalam memulai menulis.
Selain itu, seorang penulis yang baik adalah penulis yang tidak mengandalkan “mood”. Jangan jadikan alasan tidak ada mood hingga kita tidak dapat menulis. Perasaan ini harus disingkirkan karena menghambat kerja otak dalam menulis.

Bayangkan bila Anda sorang wartawan, redaktur, atau kolumnis yang dituntut harus menulis setiap saat. Bagaimana kalau bekerja harus mengandalkan mood, tentu karier Anda akan tamat.

Seorang penulis fiksi ilmiah, Isaac Asimov, mengakui bahwa cara ia menulis adalah “Simpel dan apa adanya”. Artinya, menulislah dengan simpel dan apa adanya. Hal ini juga mengandung maksud, jadilah diri sendiri ketika menulis. Untuk menemukan gaya nenulis kita, maka perbanyaklah menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the master. Dengan catatan jangan paksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya kita. Menulislah dengan apa yang kita sukai. Kalau suka traveling, maka tulislah kisah perjalanan Anda. Atau kalau suka menulis karya ilmiah, maka tekuni hal ini. Kalau suka menulis artikel popular, features yang ringan, maka tuliskanlah.  Pasti akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang disukai.

Sebaliknya, seseorang tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik diantara penyebabnya adalah karena mencoba memasukan kata atau kalimat yang membuat pesan tulisan tidak sampai kepada pembaca. Jadi tulisan yang baik adalah tulisan yang pesannya dapat dipahami oleh pembaca. Hal ini akan terjadi apabila kita menulis dengan simpel. Karena menulis itu seperti berbicara. Kita ingin ucapan kita dapat dipahami lawan bicara kita, maka kita akan berbicara dengan simpel dan menghindari bahasa yang berlebihan.

Bagi seorang penulis pemula, kadang masih ada keraguan dalam menghasilkan draf tulisan yang pertama. Biarkan saja tulisan kita jelek, karena kita masih punya waktu untuk memperbaiki draf tersebut. Hal ini lebih baik daripada sama sekali kita tidak menulis.

Kiat sukses agar tulisan kita dapat diterbitkan adalah menulislah hal yang aktual dan sesuai dengan gaya selingkung media yang akan dituju. Karena setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya. Misalya kita perlu mengetahui aturan penulisan serta berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media yang akan kita kirim. Atau rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut. Jangan kuatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki saja kekurangannya kemudian kirim lagi.

Kalau tulisan kita belum juga diterbitkan, ada beberapa faktor yang menyebabkannya. Mungkin tulisannya tidak aktual. Atau space dalam edisi penerbitan sudah penuh.
Demikian resume yang dapat saya sampaikan. Selamat berkarya dan salam literasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar